Imperalisme Kolonial dalam Politik Koloni abad 19

Pengertian Imperalisme Kolonial Abad 19

Imperialisme berarti penguasaan kontrol politik ke daerah seberang dan sinonim dengan ekspansi kolonial. Abad 19 merupakan periode baru bagi imperialisme Belanda. Kalau kepentingan Belanda semula terbatas pada perdagangan, maka dalam periode ini Belanda mulai mengutamakan kepentingan politik.

Belanda merebut supremasi perdagangan dari orang – orang Portugis, teristimewa perdagangan rempah – rempah. Tentu saja dengan memberikan push terhadap pengembangan pada areal lainnya. Seperti ranah perdagangan rempah-rempah yang diprioritaskan untuk beberapa hasil komoditas perkebunan untuk pasar Eropa seperti teh, kopi, gula, lada, pala, cengkeh dan lainnya.

Modal Besar Untuk Politik Imperalisme Kolonial Abad 19

Modal besar bangsa eropa dimasukkan dengan cara memberikan pemahaman terhadap pemilik atau penguasa industrial dan perkebunan di wilayah Indonesia. Ada dua hal pokok yang perlu diterangkan.

  • Pertama – tama periode sebelum tahun 1850 ekspansi Belanda dapat disamakan dengan kolonialisme dalam arti Marxistis. Karena ada akumulasi modal dan kelebihan produksi di Nederland.
  • Kedua, politik kolonial Belanda setelah tahun 1850 harus diterangkan dari segi sifat dan sebab – sebabnya. Dalam ekspansi secara struktur penguasaan dan pemberian hak terhadap politik tertinggi di Indonesia. Karena jika kita melihat dari segi militer justru yang berjuang untuk prajurit sebagian besar di garda pertama yaitu kaum pribumi.

Pengaruh Ideologi di perpolitikan Imperalisme Kolonial

Ideologi politik yang besar di Eropa pada abad 19 sangat berpengaruh tehadap imperialisme dan politik kolonial. Liberalisme mulai berkembang di Nederland pada periode sesudah Napoleon dan berhasil mengubah struktur politik pada kira – kira pertengahan abad tersebut. Dalam masa empat puluh tahun berikutnya lahirlah politik kolonial yang lazim disebut politik kolonial liberal.

Menjelang berakhirnya abad itu sosialisme tumbuh sebagai kekuatan baru dalam politik Belanda dan segera tampil sebagai pendekar anti kolonialisme. Didalam menyerang imperialisme kritik mereka berbeda sekali dengan kritik kaum liberal. Pada pokoknya kaum sosialis mengutuk semua politik imperialisme sebagai alat kapitalisme, sedang kritik kaum liberal hanya mengenai detail – detail dari politik kolonial.

Karena beberapa perhelatan pada setiap abad yang dilakukan oleh bangsa eropa atau kolonial selalu memberikan corak atau identitas tersendiri. Beberapa ada ayang langsung lewat jalur militer, perdagangan, dan perpolitikan. Kesemuanya memilik penguasaan yang sama kuat akan tetapi hanya dari prioritas pada ideologi dan strategi apa yang melandasinya.